Kamis, 17 Desember 2009

Resensi Novel 'Cinta yang Terlambat' Karangan Dr. Ikram Abidi

Identitas Buku:
- Kategori : Buku non-fiksi
- Jenis : Novel romantis
- Pengarang : Dr. Ikram Abidi
- Ilustrasi : Seorang gadis
- Warna : Hitam keabu-abuan



Aariz Ali adalah seorang pemuda Pakistan berusia 26 tahun, tampan, kaya, dan terdidik. Dia anak tunggal sebuah keluarga terhormat. Ayahnya pengusaha terkenal di Karachi. Aariz rupanya tengah jatuh cinta pada seorang gadis Pakistan yang telah lama tinggal di London, Komal namanya.

Komal memang cantik, pintar, modern dan, sebagaimana Aariz, ia berasal dari keluarga pengusaha yang kaya pula. Sayangnya, Komal berasal dari “sekte” alias mazhab yang berbeda dengan keluarga Aariz, terutama ibunya, menentang keras hubungan mereka. Begitu pula dengan ayah Komal.bahkan sebenarnya Komal telah dijodohkan dengan orang kepercayaan ayahnya, yang bernama Sikander Riza.

Guna membuktikan sikapnya, Sa'dia (ibunya Aariz) memaksa Aariz untuk menikahi anak dari saudaranya, yang bernama Zeest. Dia adalah seorang gadis desa, konservatif, dan menggunakan hijab. performansinya sangat bertolak belakang dengan Komal.

Pernikahan Aariz dan Zeest sangat jauh dari kebahagiaan. Aariz lebih suka menganggap Zeest perusak kebahagiaannya, daripada istrinya. Walaupun telah menikah Aariz tetap berhubungan dengan Komal.
Zeest tidak pernah mengeluh. Bahkan dia tampil sebagai teman baik bagi Aariz.

Pada suatu hari kedua orang tua Aariz dibunuh dan Komal meninggalkannya.Stres berat akhirnya mengantar Aariz ke rumah sakit jiwa. Selama dua tahun ia menjalani rehabilitasi kejiwaan di sana, sebelum akhirnya ia dinyatakan sembuh total. Setelah kesembuhan yang menakjubkan itu, Aariz mulai menyadari bahwa orang yang paling cocok dan didambakannya adalah Zesst, gadis desa yang dipilihkan ibunya untuknya. Ia adalah gadis yang tabah, suci, dan siap memberikan cinta sepenuhnya kepada suaminya. Namun, di manakah Aariz harus mencarinya? Bukankah ia sendiri yang telah mengusirnya dua tahun yang lalu?

Novel ini merupakan terjemahan dari judul aslinya 'Hijab Waali.' Novel yang sedang gresst di Pakistan.

Di awali dengan tokoh Deeba dan Sheeba, dua kakak-beradik yang menjadi aktor dalam membuka tabir kehidupan Aariz Ali.
Dengan stategi yang disusunnya, akhirnya Deeba mampu membuat sang penyair muda terkenal (Aariz) yang anti diwawancarai, menceritakan kisah hidupnya. Kisah hidup yang selama ini dipendam dan hanya diketahui oleh dirinya. Melalui sosok Deeba-lah, Aariz mampu menceritakan semuanya. Kisah hidupnya yang diwarnai kesedihan dan 'tragis'.

Novel ini sangat menarik untuk dibaca. Bahasa yang digunakan ringan dan mudah dimengerti. Namun tidak meninggalkan gaya puitis dan sastranya. Setiap tokoh memiliki karakteristik tersendiri. Selain itu novel ini juga mengandung nilai-nilai keagamaan yang cukup kental. Hal ini diwakili oleh tokoh Aariz yang kembali kepada Al-Quran, tokoh Zeest yang senantiasa memegang teguh nilai-nilai Islam, tokoh Paman Maulana yang digambarkan sebagai mediator bagi Aariz, dan tokoh Deeba yang hijrah kepada Islam. Selain itu masih banyak lagi kejutan-kejutan yang akan kita temui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar